Apa Kami Ini Anak Kandung Duka?

Oleh : Lufti Avianto

Saat alam berkuasa, dan kami tidak.

Saat air tenang, berubah menggelegak.

Tanah-tanah retak di bawah kami berpijakAtau gunung murka, dan magma terbelalak.

Di bawah tenda kami berteduh…

Tak ada kekuatan lagi untuk mengeluh

Ada air mata, darah, riak tangis, dan rembesan peluh.

Meski hanya doa kepada Pemilik langit kami mengadu.

Malam ini, entah malam ke berapa. Aku tak sempat menghitungnya.

Karena lebih sibuk menahan lapar dan dahaga.

Juga gigil dingin yang merayapi tenda.

Kami lapar, Kami lara.

Kami nestapa, Kami putus asa …

Sebab tak ada yang menyeka air mata.

Apa kami ini anak kandung duka?

Di manakah tangan-tangan kalian.

Ketika kami sulit berpegangan?

Atau rasa iba, Adakah ia berani menghampiri jiwa?

*) Untuk mengenang korban banjir di Aceh Tamiang pada Des’06-Jan’07

One thought on “Apa Kami Ini Anak Kandung Duka?

  1. Seorang muslim itu luar biasa, jika mendapat kenikmatan ia bersyukur, dan jika ia mendapat musibah maka ia bersabar. Mereka sudah mencoba bersabar, tinggal kita yang harus membuktikan kesyukuran kita kepada mereka.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s