Tips Anti Kesalahan di Kantor

Oleh : A Ayu K

Mimpi buruk setiap pegawai adalah melakukan kesalahan fatal dalam pekerjaannya. Namun bagaimana kalau hal tersebut terlanjur terjadi? Bagaimana cara mengatasi keadaan tersebut. Simak tips berikut.

Semua orang tidak pernah mengharapkan untuk berbuat kesalahan dalam pekerjaannya. Namun terkadang situasi tersebut tidak dapat dihindari. Lalu apakah karier Anda akan runtuh karenanya? belum tentu, Hal itu pasti bisa mengatasinya, asal tahu cara yang tepat.

1. Ketika kesalahan tersebut muncul, mulailah mencari inti permasalahannya, siapa yang terkena imbas, serta yang dapat menangani masalah itu.

2. Sadari kesalahan tersebut, dan mulailah mencari tahu cara untuk mengatasinya.

3. Beritahu pada atasan mengenai kesalahan tersebut secepatnya setelah Anda menyadarinya. Jelaskan situasi serta kesalahan tersebut langsung secara pribadi.

4. Jika timbul keinginan untuk menyalahkan orang lain, itu wajar. Tapi sebisa mungkin jangan menyalahkan orang lain sebelum tahu pasti masalahnya dan siapa yang bertanggung jawab. Jika tidak nama baik Anda akan semakin tercoreng dengan tuduhan pencari kambing hitam dan tidak bertanggung jawab.

5. Persiapkan diri untuk meminta maaf atas segala kesalahan yang dibuat. Perlihatkan pada atasan bahwa Anda sadar akan kesalahan yang telah diperbuat dan tidak akan mengulanginya lagi.

6. Usahakan dengan keras untuk memenuhi janji untuk tidak berbuat kesalahan yang sama lagi kedua kalinya.

 Selamat mencoba!

Advertisements

Dakwah di Dunia Maya (bagian 2)

Ustadz punya blog????? Pertanyaan itu sering muncul manakala saya sedang berdiskusi dengan beberapa teman. Antara percaya dan tidak, mereka mengiyakan pernyataan saya, bahwa beberapa ustadz atau aktifis ada yang secara intens mengelola blog-nya untuk kepentingan dakwah dan bisnis.  

Lagipula, menurut hemat saya, berdakwah melalui blog tak ada salahnya selagi isinya menyeru pada perbuatan baik dan mencegah yang buruk. Sudah masanya ustadz sekalipun tak boleh gaptek alias gagap teknologi. Jangan hanya berdakwah dari masjid ke masjid saja yang dilakoni, tetapi mengoptimalkan seluruh sarana adalah seni dari dakwah itu sendiri. 

Lihatlah bagaimana dakwah ini dikemas dengan lebih lunak agar lebih banyak masyarakat yang mau menerimanya. Melalui acara televisi, radio, bahkan di dunia maya sekalipun harus dirambah. Jangan samapai kecanggihan teknologi ini hanyalah monopoli musuh Islam untuk menguasai wacana melalui media massa.  

Sebab, menurut Alvin Toefler, pada masa kini informasi akan menjadi raja yang akan menguasai sendi-sendi kehidupan. Mungkin dulu feodalisme dan industri telah mengalami masa kejayaannya dalam kehidupan. Bahkan menurut pakar komunikasi, lebih spesifiknya media massa diakui sebagai pilar kekuatan keempat, setelah legislatif, eksekutif dan yudikatif. Di sini, peran media sangat penting sabagai “watch dog” alias anjing penjaga.

Sedemikian hebatnyakah peran informasi dalam media? Ya begitulah. Saya sendiri sebagai orang yang belajar komunikasi (khususnya Jurnalistik), tercengang ketika waktu kuliah dulu diterangkan bagaimana Teori Agenda Setting bekerja dalam membenamkan kata WHAT saja pada kepala audiens. Atau bagaimana jahatnya (kalau digunakan bagi kejahatan tentunya), Prinsip ANALISIS WACANA membedah sebuah teks yang bermuatan tujuan tertentu demi kepentingan tertentu. Analisis tidak hanya berhenti pada paragraf, tapi lebih dalam pada kalimat bahkan kata per kata yang dipilih untuk mencitrakan sosok BAIK atau sosok BURUK. 

Mau tau contohnya??? Anda tentu sering baca koran bukan? Tiap hari sebaiknya anda membaca minimal dua koran untuk membedakan bagaimana Teori Wacana mendefinisikan dua kelompok secara berbeda. Kita harus membedah dua koran yang berbeda agar nampak ideologi apa yang menaungi suratkabar tersebut (mentang-mentang skripsinya Analisis Wacana Kritis nih…:-) 

Sebut saja KOMPAS dan REPUBLIKA yang merepresentasikan antara Kristen dan Islam dalam kelompok agama yang berbeda. Dalam sebuah berita mengenai konflik Palestina – Israel, dua media ini mendefinisikan hal yang berbeda meski peristiwanya sama. Singkatnya, KOMPAS menyebut para pejuang Palestina dengan ‘kelompok militan Palestina’, sementara REPUBLIKA menyebutnya ‘Pejuang Palestina”. Atau dalam istilah lain menyebut ‘tewas’ dan ‘gugur’ sebagai kondisi jatuhnya korban. Ini merupakan perbedaan makna yang sangat besar yang disadari atau tidak, para pembaca telah masuk dalam opini media yang telah diatur oleh Newsroom melalui AGENDA SETTING. (bersambung).

Dakwah di Dunia Maya (bagian 1)

Tak dapat dipungkiri, kemajuan teknologi dari hari ke hari kian mengalami kemajuan yang amat pesat. Hal ini tentu membawa beragam dampak positif dan negatif bagi perkembangan informasi yang menggunakan teknologi canggih semacam internet.  Selain menyebarkan informasi yang dibutuhkan masyarakat, perkembangan ini pada akhirnya disalahgunakan oleh oknum tertentu untuk menyebarkan firnah, gambar porno, tulisan cabul, demarketing lawan bisnis, black campaign parpol tertentu dan sebagainya.

Apakah penggunaan internet saat ini akan dikurangi atau malah dilarang? Jawabannya ada pada satu prinsip bijak ini : the man who is behind the gun! Alias tergantung orang yang memanfaatkan perkembangan teknologi itu. Dia akan berguna manakala bermanfaat bagi masyarakat, entah itu menghibur (tentunya hiburan yang baik), mendidik atau menginformasikan kabar atau berita yang layak diketahui publik.

Lalu dalam perkembangannya, internet mendapat tempat di hati masyarakat. Ini dilihat dari interaksi yang semakin intens seperti beberapa keuntungan yakni akses informasi yang luas, membuat email untuk komunikasi surat-menyurat, dan membuat blog atau website bagi kepentingan pribadi atau organisasi.

Untuk keuntungan yang terakhir, tren ini meningkat sejak tahun 2003 dimana animo masyarakat terhadap pembuatan blog pribadi mendapat sambutan yang baik. Menjamurnya situs pribadi yang disediakan beberapa perusahaan jasa blog gratisan, memberikan beragam pilihan sesuai dengan keinginann masyarakat. Seperti multiply, livejournal, blogspot atau wordpress yang memiliki keunggulan masing-masing tergantung selera pengguna. Meski pada blog gratisan ditemui beberapa keterbatasan (fitur dan kapasitas), namun antusiasme masyarakat dalam mengekspresikan diri melalui internet dinilai beberapa kalangan cukup baik, apalagi melalui blog pribadi juga bisa mendapatkan keuntungan dengan memasangkan iklan pada blog tersebut yang akan dibayarkan per kliknya.

Luar biasa bukan? Ini pula yang dilihat beberapa kalangan sebagai sarana yang mudah dan murah untuk menyebarkan informasi dalam hitungan detik. Maka tak heran, beragam elemen masyarakat mulai mengelola blog pribadinya dengan beragam tujuan. Namun, yang harus diperhatikan dari efeknya yang mampu menjangkau ruang dan waktu secara simultan, haruslah secara bijak digunakan untuk kepentingan kebaikan secara luas. Tentunya dengan membuat suatu blog yang bersifat mendidik dan memberikan informasi yang akurat, aktual dan objektif.

 

Melihat celah ini, berbagai kalangan aktifis Islam mulai melirik website sebagai salah satu seni dalam berdakwah dan menyebarkan nilai-nilai kebaikan. Anda bisa melihat beberapa situs yang mengatasnamakan lembaga seperti www.hidayatullah.com, www.pk-sejahtera.org atau situs islami yang berorientasi dakwah dan bisnis seperti www.eramuslim.com, www.dakwatuna.com . Ada pula situs yang dimiliki secara pribadi oleh seorang aktifis islam atau ustadz. (bersambung).

Story Topi Hitam-Putih

Ceritanya ada seorang anak cowok tunggal yang ditinggal mati nyokapnya pas ngelahirin dia. Sejak itu bokapnya jadi amat sangat workaholic sekali dan nggak married2 lagi. Ini anak tapi baik hati dan lemah lembut walaupun cuma diurus sama pengasuh saja.  Pas TK, sementara anak2 laen udah punya sepeda dia masih jalan kaki. Pengasuhnya ngadu ke bokapnya, “Tuan, nggak kasian sama den Bagus? Masa sepeda nggak punya…apa tuan juga nggak malu?” Iya..nih..bokapnya tuh tajir banget deh. Punya sekian perusahaan maka dipanggil-lah si anak, ditawarin mau sepeda yang kayak gimana merek apa..dan si anak cuma bilang, “Aku nggak mau sepeda, Pi, aku dibeliin topi item topi putih aja..” Lho kok gitu? Bingung dong bokapnya. “Kenapa topi item dan putih?” “Nggak usah diterangin deh pi. Kalo papi punya uang yaa..beliin itu aja.”

Yah, mengingat mereka nggak pernah ngobrol, dan ini anak juga masih TK, papinya pikir ya normal2 aja anak kecil minta topi item topi putih, jadi papinya nerima2 aja. Nggak berminat lanjutin, maka tetep-lah tu anak dibeliin sepeda generasi terbaru saat itu, yang paling canggih, plus topi item dan topi putih. Trus ni anak masuk SD lah. Pas itu musim sepatu roda. Sekian lama pengasuh pratiin, ni anak nggak minta2 dibeliin sepatu roda sama papinya. Sore2 cuma duduk aja. Sepedanya juga ditaruh di gudang. Lagi nggak musim, katanya. Pengasuhnya laporan pandangan mata dong ke tuannya hingga si anak dipanggil lagi. “Nak, kamu mau dibeliin sepatu roda kayak temen2 kamu? Kok nggak bilang2 papi.

Nggak masalah cuma beli sepatu roda aja…”. Si anak bilang,”nggak Pi, topi item dan topi putih saya udah rusak..dibeliin lagi aja..nggak usah beli sepatu roda. Lagian lebih murah topi kan Pi?” Yee..si papi geram dong. Ni anak ngeremehin papinya sendiri, atau sok merendah? So, tetep si papi beliin sepatu roda, plus topi item dan topi putih. Selang beberapa taun, ni anak masuk SMP. Cerita sama terulang. Sekarang temen2nya musim roller blade. Tren baru. Sementara sore hari, dia masih setia sama sepatu rodanya. Pas bokapnya pulang dari luar negri dan ngeliat anaknya doang yang pake sepatu roda, si papi malu banget. Gila, rumah gedong, perusahaan banyak, keluar negri terus…eeh anaknya ketinggalan jaman. Besoknya, di kamar anaknya udah ada sepasang roller blade baru dengan note: “Biar kamu nggak malu”. Malemnya di ruang kerja papinya ada note balesan: “Pi, kok nggak beliin topi item dan topi putih? Aku lebih suka itu.”

Weleh, si papi pas liat note itu dongkol tambah bingung. Apaan sih istimewanya topi item dan topi putih? Emang bisa bikin die beken atau nge-tren? Besoknya dan besoknya lagi si papi berkali2 nemuin note itu…hingga dia nggak tahan dan membelikan anaknya topi item dan topi putih untuk kesekian kalinya. Bener, setelah dapet tu topi, si anak nggak ninggalin note-note buat bokapnya lagi.

Pas SMA, yang jaraknya rada jauh, si anak masih ber-bis ria, temen2nya udah ada yang bawa motor en mobil ke sekolahan. Suatu hari, tumben papinya di rumah, si anak pulang dianterin temennya yang mau ditebengin. Papi malu banget.. Masa cuma untuk anak satu nggak bisa beliin mobil? Maka ditawarin anaknya. Si anak nolak dengan alasan mobil kurang praktis, lagian pengen topi item topi putih aja. Si bapak nggak terima penolakan. Karna anaknya udah gede, bisa berunding.

Hingga tercetus keputusan si anak dibeliin motor plus topi item dan topi putih tentunya. Dan si bapak kesel juga duong… Udah berapa taun dia beberapa kali beliin dua macem topi itu tanpa tau kenapa. Tapi si anak nggak ada keinginan dan kemauan ngasih tau sih. Hingga tibalah masa kuliah. Karna seneng dan bangga masuk PTN, si anak dikadoin mobil. Sampe beberapa bulan si anak masih naek motoor aja. Kuliah, pacaran, naek motor aja. Pacarnya juga bingung, kan dia punya mobil? Ditanya sama pacarnya, dijawab, abis papi nggak beliin topi item topi putih. Nggak ngerti anak sendiri sih! So, pas makan malem bersama, si pacar bilang sama papi, kenapa si om nggak beliin topi item topi putih. Si papi sebenernya sensitif sama para topi itu..huh..sampe pacar anak gue nyuruh2 jadi dia tanya balik dong kenapa. Si pacar bilang kalo mobilnya nggak akan dipake selama nggak dikasih topi itu juga.  Papi bingung dong, di kamar anaknya udah segitu banyak topi item topi putih. Buat apa sih, pikir papi. Tapi demi gengsi, anak orang lho yang nanya, maka besoknya udah ada topi item topi putih buat anaknya. Suatu hari anaknya gaul ke Puncak bawa mobil, sama pacarnya. Yah, namanya anak muda, pas lagi di jalan, sipacar nyium dia en dia jadi grogi dan kecelakaan. Segera di bawa ke rumah sakit, si papi juga ditelpon sama rumah sakitnya.

Tabrakannya parah. Mereka berdua nggak ada yang pake seatbelt, yang cewek mati seketika dan si cowok sudah sekarat. Si papi dateng ke RS..”gimana dok, anak saya?” Dokter (dengan tampang empati penuh duka cita):”Maaf pak, kami tidak dapat berbuat banyak.. sepertinya memang sudah waktunya… sebaiknya bapak manfaatkan waktu terakhir..” Perlahan si bapak masuk, nyamperin anaknya. “Pap, maafin saya..nggak hati2 bawa mobilnya..” si anak juga nangis karna pacarnya nggak tertolong. Si papi nenangin dia…akrablah dua manusia itu beberapa saat. Hingga si papi beranggapan ini saat terakhir. Dia inget penasaran dia tentang kenapa si anak selama ini selalu minta topi item topi putih.

“Nak, maafin papi selama ini yang selalu sibuk..kamu jadi kesepian..maafin papi, nak. Nggak sempet jadi orang tua yang baik.” Anaknya jawab,”nggak apa-apa pi, saya ngerti kok..Cuma sempet kesel kalo papi punya uang lebih malah beliin yang macem2….saya Cuma minta topi item dan topi putih aja kan?” Si papi rasa timing-nya tepat nih, “KENAPA SIH KAMU SELALU MINTA TOPI ITEM TOPI PUTIH…ADA APA DENGAN TOPI2 ITU?”

(pembaca juga penasaran kan..?)
Si anak jawab dengan terpatah2 dan susah banget, habis sudah sekarat dan masanya sudah hampir sampe…”sebab pi…saya… ”
*hep*
Kepalanya rebah dan nafasnya hilang. Si anak sudah meninggal sebelum kasih tau papinya.
************ *
Nah, si papi aja yang udah hidup bareng anaknya aja ga tau… apalagi gue yang cuma nyeritain ulang? GIMANA?!! Kesel ga sih?! Tabokin aja yang pertama kali cerita, tapi maapin yang “forward”-in
karena gue juga korban, nih!
Nggak enak lho jadi korban sendirian… carilah korban2 selanjutnyaa! !!!..

10 Cara Atasi Tumpukan Bacaan Yang Harus Dibaca

Apakah bahan bacaan Anda begitu banyak sehingga sudah menggunung? Jika begitu,
sekarang waktunya untuk mengatasinya.

Berikut ini adalah 10 cara untuk melakukannya.

1.Beri tanda highlighter
Jika membaca koran atau majalah, bacalah dengan memakai Highlighter. Bacalah
dulu secara sepintas lalu seluruh halamannya dan tandai semua judul yang menarik
perhatian Anda. Kemudian kembali dari awal dan baca hanya artikel yang Anda
sudah beri tanda.

2.Sobeklah
Jika Anda tidak mempunyai waktu saat ini untuk membaca artikel yang sudah Anda
beri tanda, sobeklah halamannya dan tentukan waktu untuk membacanya nanti.
Dengan cara ini, Anda tidak perlu lagi mencarinya di seluruh koran atau majalah
Anda. Lagipula Anda tidak perlu menyimpan koran atau majalah yang tidak
diperlukan lagi.

3.Pakailah Kartu Indeks
Jika membaca buku, gunakan kartu indeks untuk mengingat bagian yang Anda anggap
penting. Di dalam kartu itu dicantumkan nomor halaman, bagian di halaman itu
(A=Atas, T=Tengah, B=Bawah) dan satu atau dua kata yang membantu Anda untuk
mengingat hal yang menarik perhatian Anda. Dengan demikian Anda tidak perlu
membuang waktu untuk mencarinya di seluruh bagian buku tersebut.

4.Membaca Cepat
Jika Anda mempunyai begitu banyak informasi yang harus Anda simpan, Anda mungkin
harus mengambil kursus Membaca Cepat. Atau anda dapat mencari buku mengenai hal
itu, dan melatihnya sendiri.

5.Tentukan Waktu Untuk Membaca
Tentukan tanggal dan waktu untuk membaca. Atau gunakan 15 menit setiap hari
untuk membaca, dan catatlah waktu ini di kalender Anda. Ingatlah janji ini,
seperti juga janji untuk mengerjakan hal lain. Dengan demikian, membaca akan
menjadi bagian dari rutinitas Anda.

6.Hindari Kekacauan
Karena koran berisi kejadian terakhir, koran kemarin berisi berita yang sudah
basi. Majalah hanya berlaku 1-2 bulan. Singkirkan koran dan majalah yang lama!

7.Buatlah File ‘Untuk Dibaca’
Bualah map khusus atau kerjangjang dengan tanda ‘UNTUK DIBACA’ untuk menyimpan
seluruh bachan bacaan Anda. Akan lebih mduah untuk melihat berapa banyak yang
harus Anda baca jika semuanya disimpan di satu tempat, daripada tersebar di
seluruh rumah atau kantor Anda.

8.Cobalah Realistis
Jika bahan bacaan Anda sudah terlihat menggunung, mungkin Anda mencoba untuk
mengerjakan terlalu banyak. Banyak orang yang terlalu ambisius dalam menentukan
berapa banyak waktu yang mereka dapat pakai untuk membaca. Jangan biarkan bahan
bacaan Anda melebihi tempat penyimpanannya. Jika begitu, sudah waktunya untuk
menyimgkirkan yang tak berguna.

9.Bawalah Bacaan Bersama Anda
Jika Anda merencanakan untuk pergi seharian, bawalah beberapa bahan bacaan Anda.
Jadi, jika Anda mempunyai kesempatan, Anda bisa dengan mudah membacanya.
Misalnya jika menunggu seseorang di kantor, sedang di kendaraan dalam
perjalanan, atau sedang antri di kounter.

10.Sumbangkan
Apakah Anda mempunyai buku atau majalah yang sudah tidak terpakai lagi? Anda
dapat menyumbangkannya ke perpustakaan atau menjual ke tokok buku bekas.
Perpustakaan setempat juga akan senang mendapat sumbangan majalah bekas.

Sumber: Maria Gracia – Get Organized Now

MEMBACA DENGAN EFEKTIF

Oleh: Roy Sembel

Salah satu unsur penting dalam Manajemen Diri adalah membangun kebiasaan untuk
terus menerus belajar atau menjadi manusia pembelajar yang senantiasa haus akan
informasi dan pengetahuan.

Hal ini seperti yang dikatakan oleh Henry Ford, pendiri General Motors yang
mengatakan bahwa “Anyone who stops learning is old, whether at twenty or eighty.
Anyone who keeps learning stays young. The greatest thing in life is to keep
your mind young.”

Tidak peduli berapapun usia kita, jika kita berhenti belajar berarti kita sudah
tua, sedangkan jika senantiasa belajar kita akan tetap awet muda. Karena hal
yang terbaik di dunia akan kita peroleh dengan memelihara pikiran kita agar
tetap muda.

Salah satu cara paling efektif untuk belajar adalah dengan membaca. Namun
sayangnya sebagian besar kita tidak pernah punya waktu untuk membaca. Alasan
utama yang sering kita sampaikan adalah kesibukan pekerjaan. Kita terjebak dalam
rutinitas dan tekanan pekerjaan sehingga tidak memiliki kesempatan untuk
mengasah gergaji kita, seperti yang diceritakan oleh Stephen Covey dalam bukunya
“The 7 Habits of Highly Effective People” sebagai berikut:

Andaikan saja anda bertemu seseorang yang sedang terburu-buru menebang sebatang
pohon di hutan.

“Apa yang sedang anda kerjakan? Anda bertanya.

“Tidak dapatkah anda melihat?” demikian jawabnya dengan tidak sabar. “Saya
sedang menggergaji pohon ini.”

“Anda kelihatan letih!” anda berseru. “Berapa lama anda sudah mengerjakannya?”

“Lebih dari lima jam,” jawabnya, ” dan saya sudah lelah! Ini benar-benar kerja
keras.”

“Nah, mengapa anda tidak beristirahat saja beberapa menit dan mengasah gergaji
itu?” anda bertanya. “Saya yakin anda akan dapat bekerja jauh lebih cepat.”

“Saya tidak punya waktu untuk mengasah gergaji,” orang itu berkata dengan tegas.
“Saya terlalu sibuk menggergaji.”

Bahkan menurut Covey, kebiasaan mengasah gergaji merupakan kebiasaan yang paling
penting karena melingkupi kebiasaan-kebiasaan lain pada paradigma tujuh
kebiasaan manusia efektif. Kebiasaan ini memelihara dan meningkatkan aset
terbesar yang kita miliki yaitu diri kita. Kebiasaan ini dapat memperbarui
keempat dimensi alamiah kita – fisik, mental, spiritual, dan sosial/emosional.

Membaca merupakan salah cara kita untuk memperbaiki dan meningkatkan efektifitas
diri kita. Meskipun kita memiliki “keterbatasan waktu”, kita tetap perlu
mengasah gergaji kita. Caranya adalah dengan menguasai cara membaca yang efektif
sehingga waktu yang kita gunakan menjadi efisien.

Namun sebelumnya kita perlu mengenali berbagai tipe gaya belajar seseorang,
yaitu:

a. Visual.
Belajar melalui melihat sesuatu. Kita suka melihat gambar atau diagram. Kita
suka pertunjukan, peragaan atau menyaksikan video.

b. Auditori.
Belajar melalui mendengar sesuatu. Kita suka mendengarkan kaset audio, ceramah
kuliah, diskusi, debat dan instruksi verbal.

c. Kinestetik.
Belajar melalui aktivitas fisik dan keterlibatan langsung. Kita suka
“menangani”, bergerak, menyentuh dan merasakan/mangalami sendiri.

Semua kita, dalam beberapa hal, memanfaatkan ketiga gaya tersebut. Tetapi
kebanyakan orang menunjukkan kelebihsukaan dan kecenderungan pada satu gaya
belajar tertentu dibandingkan dua gaya lainnya. Pada anak-anak kecenderungannya
adalah pada kinestetik dan auditori, namun pada saat mereka dewasa,
kelebihsukaan pada gaya belajar visual ternyata lebih mendominasi.

Memahami gaya belajar pribadi anda akan dapat meningkatkan kinerja dan prestasi
anda. Anda akan mampu menyerap informasi lebih cepat dan mudah. Anda dapat
mengidentifikasi dan mengapresiasi cara yang paling anda sukai untuk menerima
informasi. Anda akan bisa berkomunikasi jauh lebih efektif dengan orang lain dan
memperkuat pergaulan anda dengan mereka.

Tiga Faktor Penting Meningkatkan Kemampuan Belajar

Ada tiga faktor penting dalam penguasaan ketrampilan untuk belajar:

pertama adalah pola pikir dan sikap (mindset and attitude) kita terhadap
belajar.

Kita harus memiliki hasrat (desire) dan kecintaan (passion) yang dalam terhadap
nilai-nilai untuk terus belajar dan mengembangkan diri. Belajar tidak hanya
sekedar melalui pendidikan formal semata, tetapi dalam setiap aspek kehidupan
kita harus senantiasa mengembangkan sikap belajar. Sikap mau membaca, mendengar,
mau mengerti dan mau belajar dari orang lain merupakan sikap yang perlu
senantiasa dikembangkan jika kita ingin memperbaiki diri ataupun gagasan kita.

Faktor kedua dalam meningkatkan ketrampilan untuk belajar adalah kemampuan kita
untuk mendayagunakan kekuatan pikiran kita (terutama pikiran bawah sadar –
subconscious mind) untuk mempercepat proses belajar (accelerated learning).
Pikiran bawah sadar merupakan kekuatan yang luar biasa jika kita dapat
mengoptimalkan potensinya. Seringkali kita melupakan bahwa anugerah yang
terindah dan terbesar yang diberikan Tuhan kepada kita adalah kemampuan pikiran
kita. Hal inilah yang membedakan kita dengan ciptaanNya yang lain.

Hal yang paling mudah kita lakukan untuk mengembangkan ketrampilan untuk belajar
adalah dengan banyak membaca. Meluangkan waktu sedikitnya satu jam sehari untuk
membaca buku merupakan kebiasaan yang baik bagi kita untuk mulai mengembangkan
diri kita.

Banyak sekali metoda untuk meningkatkan kecepatan membaca (speed reading) maupun
pemahaman (comprehension) terhadap isi dari suatu buku. Ketrampilan inilah yang
amat kita perlukan untuk meningkatkan daya serap dan kecepatan kita dalam
membaca sebuah buku. Selain membaca, meningkatkan kemampuan dapat diperoleh
melalui seminar, pelatihan maupun mendengarkan kaset-kaset motivasi.

Faktor ketiga dalam meningkatkan kemampuan belajar kita adalah disiplin diri dan
kegigihan (self discipline and persistence).
Tanpa kedua hal ini maka belajar hanyalah kegiatan yang sifatnya tergantung
suasana hati (mood) dan kita tidak dapat mencapai keunggulan (excelence) hanya
dengan belajar setengah hati. Sudah saatnya kita mengubah kebiasaan-kebiasaan
kita.
Ada pepatah yang mengatakan “Your Habits will Determine Your Future. Miliki
kebiasaan belajar, dan mulai langkah pertama anda. Proses mengubah kebiasaan
sangat ditentukan oleh kedisiplinan diri dan kegigihan kita, sehingga setelah
melakukannya dalam periode waktu tertentu, hal tersebut tidak lagi menjadi beban
tetapi telah menjadi kebutuhan. Jika pada awalnya sulit melakukan tetapi setelah
itu anda jadi terbiasa.

Ketrampilan Dasar untuk Membaca yang Efektif.

Sebelum kita mengembangkan kemampuan membaca dengan efektif, kita perlu
menguasai terlebih dulu beberapa ketrampilan dasar, yaitu:

1. Konsentrasi
Kebanyakan kita menganggap bahwa konsentrasi adalah pekerjaan berat dan sangat
sulit dilakukan. Kita memiliki suatu keyakinan bahwa hal tersebut susah untuk
dilakukan. Padahal kalau kita menyenangi sesuatu, katakanlah menonton konser
musik band favorit kita atau film di bioskop, maka kita akan dapat
berkonsentrasi menikmati pertunjukan yang berlangsung lebih dari dua jam. Kita
ternyata dapat berkonsentrasi cukup lama jika kita melakukan sesuatu yang kita
senangi. Inilah pola pikir pertama yang harus kita kembangkan untuk belajar
berkonsentrasi.

Hal yang kedua adalah bahwa mengembangkan daya konsentrasi sama halnya dengan
mengembangkan dan menguatkan otot-otot tubuh kita. Kita perlu latihan yang
teratur dan terus menerus. Salah satu teknik untuk mengembangkan daya
konsentrasi adalah teknik kontemplasi. Kontemplasi adalah suatu teknik
menggunakan pikiran kita seperti sebuah lampu senter (searchlight) untuk mencari
dan menemukan informasi baru. Untuk melatihnya, anda perlu lakukan setiap hari
(sedikitnya 5 menit sampai maksimum 10 menit per latihan). Caranya dimulai
dengan fokus terhadap apa yang ingin kita ketahui. Misal, kita ingin mengetahui
cara meningkatkan kecerdasan finansial (membaca buku Robert Kiyosaki misalnya),
kemudian pikirkan gagasan tersebut secara mendalam dan tanyakan pada diri anda
pertanyaan-pertanyaan seperti, “Apa artinya kecerdasan finansial? Apa
implikasinya pada hidup saya? Apakah hal tersebut bisa saya lakukan? Dan
seterusnya lakukan sampai sekitar 5-10 menit.

Jika anda sudah bisa bertahan konsentrasi 10 menit, tingkatkan kemampuan anda
dengan berlatih langsung membaca sebuah buku 10-20 menit. Lakukan setiap hari
sampai daya tahan konsentrasi anda meningkat sedikit demi sedikit.

2. Membuat Peta Pikiran (Mind Mapping)
Teknik ini merupakan cara untuk meringkas suatu tema atau pokok pikiran yang ada
dalam buku.
Pertama, kita awali dengan menuliskan tema pokok di tengah-tengah halaman kertas
kosong.
Kemudian seperti pohon dengan cabang dan ranting kita kembangkan tema pokok
menjadi sub tema di sekelilingnya dengan dihubungkan memakai garis seperti
jari-jari roda.
Berikut adalah langkah atau prinsip dalam membuat peta pikiran dalam buku
Accelerated Learning for the 21st Century karangan Colin Rose dan Malcolm J.
Nicholl:

a. Mulai dengan topik di tengah-tengah halaman.
b. Gunakan kata-kata kunci.
c. Buatlah cabang-cabangnya
d. Gunakan simbol, warna, kata, gambar dan citra (images) lainnya.
e. Gunakan seperti poster dengan dasar putih bersih.
f. Buat tulisan atau gambarnya warna warni
g. Gunakan alat tulis berwarna terang

Membuat peta pikiran adalah latihan yang perlu dilakukan terus menerus. Sama
halnya seperti teknik kontemplasi, kita perlu berlatih mengunakan peta pikiran
untuk mengetahui informasi atau menganalisa masalah.
[Bisa juga melihat di Gua Kalong, bagian Peta Konsep dan Otak]

3. Relaksasi
Cara ini dikembangkan oleh Sandy MacGregor dalam bukunya Piece of Mind. Pada
prinsipnya dikatakan bahwa otak atau pikiran kita lebih mudah menyerap dan
mengingat informasi pada saat kondisi pikiran kita relaks yang ditunjukkan
dengan frekuensi gelombang otak yang rendah. Mengenai teknik relaksasi pernah
dibahas dalam edisi Mandiri sebelumnya. Bagi anda yang berminat mempelajari
dapat membaca buku Sandy MacGregor tersebut atau buku SELF MANAGEMENT: 12
Langkah Manajemen Diri karangan Aribowo Prijosaksono dan Marlan Mardianto.

Teknik Membaca Cepat
Kita hidup dalam zaman di mana kita setiap hari dibanjiri buku baru tentang
topik yang kita sukai atau yang berkaitan dengan bidang pekerjaan kita. Pembaca
biasa takkan bisa membaca semua buku yang telah diterbitkan tentang topik yang
berkaitan dengan bidang bisnis atau profesionalnya.

Sedangkan membaca itu sendiri bisa menjadi pengalaman yang menyenangkan
sekaligus menjengkelkan. Padahal kita semua tahu bahwa membaca sama halnya
dengan kita menikmati pertunjukan konser atau film yang bagus. Membaca
melibatkan partisipasi aktif kita. Seluruh emosi, hasrat dan minat kita juga
harus terlibat dalam proses membaca, sehingga membaca menjadi pengalaman yang
menyenangkan.

Dengan keterbatasan waktu yang kita miliki, bagaimana kita dapat mengembangkan
kemampuan membaca secara efektif sehingga dengan tenggang waktu yang sama, kita
bisa mengambil inti dari lebih banyak buku. Kecuali untuk buku fiksi atau sastra
yang memang ingin kita nikmati jalinan cerita, emosi, dan rangkaian
kata-katanya, membaca buku nonfiksi (textbook) adalah seperti membaca surat
kabar. Yang kita perlukan adalah informasi dan gagasan pokok pengarang.

Hanya sedikit orang yang membaca koran dengan cara per bagian, halaman per
halaman. Kita biasanya membaca beberapa halaman pertama dengan mendetail, lalu
hanya sekilas membaca yang lain, mencari topik yang menarik. Sekarang kita akan
belajar melakukan hal yang serupa dengan buku yang akan kita baca.

Sebelum mulai membaca ada sejumlah alat bantu yang dapat membantu kita untuk
dapat memahami keseluruhan isi sebuah buku:

Sampul buku:
Biasanya pokok pikiran terpenting dari sebuah buku tercetak di sampulnya.
Informasi ini membantu penjualan buku dan memberikan perspektif penerbit tentang
isi buku. Sampul buku memberikan gambaran kepada kita tentang apa yang akan kita
dapatkan di bagian dalam.

Biografi penulis:
Informasi ini akan memberi tahu kita tentang latar belakang pendidikan,
pengalaman dan kegiatan penulis saat ini yang membuat ia bisa menulis buku
tersebut. Dengan memahami informasi tentang penulis akan membantu kita untuk
lebih mudah mengikuti alur pemikirannya dalam buku tersebut.

Bagian awal:
Bagian ini terdiri atas kata pengantar, prakata, atau bab pendahuluan (prolog).
Biasanya justru bagian-bagian ini yang perlu secara mendalam kita pelajari,
karena intisari seluruh gagasan penulis tentang tema buku tersebut terangkum
dalam bagian awal buku. Yang jelas bagian ini memaparkan tujuan penulisan –
pernyataan misinya. Pada titik ini kita bisa memutuskan untuk membaca lebih
lanjut atau kita hanya akan menggunakannya untuk referensi.

Daftar Isi:
Sebenarnya bagian ini adalah kerangka buku. Penulis menggunakan masing-masing
topik bab sebagai gantungan untuk menjelaskan keseluruhan pemikirannya tentang
topik tertentu. Ada berapa bagian? Berapa bab? Bacalah Daftar Isi dengan teliti
untuk melihat apakah topik-topiknya sesuai dengan apa yang kita cari.

Indeks:
Teliti indeks di bagian belakang buku. Lihat apakah ada kata-kata kunci yang
menarik bagi anda.

Kita harus memeriksa semua hal tersebut sebelum membaca bukunya. Inilah yang
disebut dengan proses scanning, yaitu kita melihat secara selintas keseluruhan
isi dari buku yang akan kita baca. Begitu mulai membaca, kita bisa bebas
melompati materi yang sudah kita ketahui atau materi yang tidak kita minati.

Pada bagian tertentu kita bisa mendalami karena ada topik atau informasi yang
harus kita cermati dan kita cerna lebih dalam. Proses ini disebut dengan proses
skimming.

Berikut adalah hal-hal yang perlu untuk membaca dengan efektif:

1. Setelah melakukan proses scanning, kita dapat membuat peta pikiran (mind
charting) buku tersebut.
Tidak usah terlalu detil, tetapi cukup informatif untuk menjelaskan isi buku
dalam satu halaman kertas. Kalau perlu kita lakukan rekonstruksi terhadap daftar
isi digabung dengan informasi lain dari biografi, kata pengantar, pendahuluan
dan sinopsis di sampul buku tersebut.

2. Siapkan stabilo atau alat tulis untuk menandai informasi atau apa saja yang
ingin kita ingat.

3. Pahami jalan pikiran penulis.
Semakin cepat kita mengetahui topik, tujuan, pokok masalah materi yang kita
baca, semakin baik pemahaman dan ingatan kita akan hal itu.

4. Hindari baca kata per kata dan kalimat per kalimat.
Coba tangkap sekelompok kata dengan mata anda setiap kali
menggerakkannya.Apalagi untuk buku berbahasa asing, kita tidak perlu
menterjemahkannnya kata demi kata, karena akan menghambat proses penyerapan
informasi dalam otak anda.
Bandingkan anda membaca dengan bersuara dan membaca dalam hati. Kecepatannya
akan berbeda jauh.
Biasanya saya berkonsentrasi pada kalimat pertama dan kalimat terakhir dari
sebuah paragraf, atau mata saya melihat seluruh badan paragraf dan menangkap
pesan intinya.

5. Buatlah ringkasan sambil membaca.
Jika tak ada ringkasan bab, buatlah sendiri setiap selesai membaca satu bab.

6. Bandingkan dengan tulisan lain bertopik sama yang pernah anda baca.
Ingat teknik kontemplasi. Cobalah mengembangkan pertanyaan-pertanyaan dan kaitan
satu sama lain seperti anda mencari sesuatu dengan senter.

7. Untuk mempermudah kita menggunakan buku tersebut sebagai referensi, kita bisa
mencatat isi buku tersebut dalam sebuah buku catatan atau kertas khsusu yang
dapat kita simpan dan kita lihat kembali setiap saat.

Demikianlah prinsip-prinsip dan langkah-langkah yang perlu kita ketahui untuk
meningkatkan efisiensi membaca. Namun sekali lagi, sama seperti ketrampilan yang
lain, membaca memerlukan jam terbang. Kita perlu berlatih, berlatih dan berlatih
sehingga kecepatan dan efisiensi membaca kita meningkat dari waktu ke waktu.

Selamat membaca dan meningkatkan aset pribadi anda yang paling penting, diri
anda sendiri.

Note:
Anyone who stops learning is old, whether at twenty or eighty. Anyone who keeps
learning stays young. The greatest thing in life is to keep your mind young. —
Henry Ford

Gizi dan Kualitas Generasi Indonesia

p828gf0145.jpg

oleh : Ir. Alwan Bukhori

Manajer Layanan Gizi PKPU

Bagi pembaca yang ingin berkonsultasi masalah gizi bisa di-email ke box_alwan@yahoo.com

Masalah gizi kurang dan buruk hingga kini masih merundung Indonesia. Segenap upaya telah dilakukan pemerintah, namun belum menampakkan hasil yang signifikan. Bahkan, fenomena terakhir menunjukkan adanya peningkatan prevalensi masalah gizi yang lebih serius. Data Susenas 2005 menunjukkan, terdapat 28% berstatus gizi kurang dan 8,8% berstatus gizi buruk dari 18 juta balita. Krisis ekonomi, merosotnya nilai rupiah dan bencana alam yang beruntun, menjadi pemicu meningkatnya masalah ini. Berbagai penelitian menunjukkan adanya korelasi positif antara status gizi dengan kecerdasan anak. Otak dan jaringan syaraf berkembang sangat cepat sejak janin hingga bayi lahir. Sepuluh bulan setelah kelahiran, pertumbuhan otak dan jaringan syaraf tersebut berkembang dan akan maksimal (100%) setelah usia 2 tahun. Kemudian dilanjutkan perkembangan sel otak dan jaringan syaraf hingga usia 60 bulan atau masa balita berakhir. Jika dalam masa bayi dan balita (critical periode) gizi anak tak tercukupi, akan berakibat terhambatnya proses tumbuh kembang anak. Ini ditandai dengan sel otak yang tak tumbuh dengan sempurna dan kecerdasan anak menjadi rendah. Oleh karena itu, upaya perbaikan status gizi yang cepat dan tepat menjadi hal yang sangat mendesak dilakukan. Tabel di bawah ini menjelaskan pengaruh status gizi kurang dan buruk terhadap proses tumbuh kembang sel otak.

Berbagai Upaya

Penanganan masalah ini melalui Posyandu ternyata belum berjalan dengan baik. Pemberian Makanan Tambahan (PMT) di Posyandu, belum sampai meningkatkan kualitas makanan bergizi agar balita dapat bertumbuh-kembang dengan sehat. Penanganan lain juga dilakukan pemerintah, seperti pemberian susu kepada balita memang sangat berarti, tetapi belum menyentuh akar permasalahan sebenarnya. Keluarga balita penerima susu itu akan menyetop pemberian susu seiring dengan berhentinya pemberian susu dari pemerintah. Karena setiap program bantuan yang tidak mengedepankan pembinaan masyarakat dapat berdampak buruk bagi penerima program. Masyarakat akan terbiasa menunggu bantuan tanpa terlebih dahulu berusaha menangani masalahnya sendiri. Sehingga muncul penyakit baru di masyarakat yaitu “kebudayaan menunggu bantuan tanpa berusaha” (cargo cult mentality). Munculnya masalah gizi bukan saja disebabkan masalah pangan dan kesehatan, melainkan beragam masalah, seperti kemiskinan, kondisi kesehatan anak dan lingkungan, perilaku konsumsi, perilaku pengasuhan, pendidikan, dan lain-lain. Maka penanganan masalah gizi ini harus dilakukan secara multidimensi dan holistik dengan mengedepankan community development dalam pelaksanaan programnya. Dengan demikian secara bertahap dan kontinyu, penyelesaian masalah gizi dapat berangsur-angsur berkurang dan resiko masalah gizi berupa lost generation dapat diminimalisasi, kualitas SDM pun menjadi unggul. Insyaallah.