Dakwah di Dunia Maya (bagian 1)

Tak dapat dipungkiri, kemajuan teknologi dari hari ke hari kian mengalami kemajuan yang amat pesat. Hal ini tentu membawa beragam dampak positif dan negatif bagi perkembangan informasi yang menggunakan teknologi canggih semacam internet.  Selain menyebarkan informasi yang dibutuhkan masyarakat, perkembangan ini pada akhirnya disalahgunakan oleh oknum tertentu untuk menyebarkan firnah, gambar porno, tulisan cabul, demarketing lawan bisnis, black campaign parpol tertentu dan sebagainya.

Apakah penggunaan internet saat ini akan dikurangi atau malah dilarang? Jawabannya ada pada satu prinsip bijak ini : the man who is behind the gun! Alias tergantung orang yang memanfaatkan perkembangan teknologi itu. Dia akan berguna manakala bermanfaat bagi masyarakat, entah itu menghibur (tentunya hiburan yang baik), mendidik atau menginformasikan kabar atau berita yang layak diketahui publik.

Lalu dalam perkembangannya, internet mendapat tempat di hati masyarakat. Ini dilihat dari interaksi yang semakin intens seperti beberapa keuntungan yakni akses informasi yang luas, membuat email untuk komunikasi surat-menyurat, dan membuat blog atau website bagi kepentingan pribadi atau organisasi.

Untuk keuntungan yang terakhir, tren ini meningkat sejak tahun 2003 dimana animo masyarakat terhadap pembuatan blog pribadi mendapat sambutan yang baik. Menjamurnya situs pribadi yang disediakan beberapa perusahaan jasa blog gratisan, memberikan beragam pilihan sesuai dengan keinginann masyarakat. Seperti multiply, livejournal, blogspot atau wordpress yang memiliki keunggulan masing-masing tergantung selera pengguna. Meski pada blog gratisan ditemui beberapa keterbatasan (fitur dan kapasitas), namun antusiasme masyarakat dalam mengekspresikan diri melalui internet dinilai beberapa kalangan cukup baik, apalagi melalui blog pribadi juga bisa mendapatkan keuntungan dengan memasangkan iklan pada blog tersebut yang akan dibayarkan per kliknya.

Luar biasa bukan? Ini pula yang dilihat beberapa kalangan sebagai sarana yang mudah dan murah untuk menyebarkan informasi dalam hitungan detik. Maka tak heran, beragam elemen masyarakat mulai mengelola blog pribadinya dengan beragam tujuan. Namun, yang harus diperhatikan dari efeknya yang mampu menjangkau ruang dan waktu secara simultan, haruslah secara bijak digunakan untuk kepentingan kebaikan secara luas. Tentunya dengan membuat suatu blog yang bersifat mendidik dan memberikan informasi yang akurat, aktual dan objektif.

 

Melihat celah ini, berbagai kalangan aktifis Islam mulai melirik website sebagai salah satu seni dalam berdakwah dan menyebarkan nilai-nilai kebaikan. Anda bisa melihat beberapa situs yang mengatasnamakan lembaga seperti www.hidayatullah.com, www.pk-sejahtera.org atau situs islami yang berorientasi dakwah dan bisnis seperti www.eramuslim.com, www.dakwatuna.com . Ada pula situs yang dimiliki secara pribadi oleh seorang aktifis islam atau ustadz. (bersambung).

11 thoughts on “Dakwah di Dunia Maya (bagian 1)

  1. ya bener. kenapa ga kita galakkan juga dakwah via internet. biar tambah seru kan perang di dunia maya..??? itu karena kita kalah dalam hal teknologi, jadi buat anda yang mumpuni dalam bidang ini, kembangkanlah untuk kemajuan Islam. yang lain bagaimana???

  2. @ manglufti : maksudnya gini, sudah ada beberapa yang make buat dakwah, tapi gitu deh sering diberi balasan juga yang lebih parah.
    Kalo menurut saya nih, dakwah di dunia maya perlu banget, tapi perlu diketahui untuk memberikan dakwah yang sesuai dengan kondisi komunitas di dunia maya, takutnya yang diberi high level jadi blum pada mudeng.

  3. kayak ceramahnya Aa Gym itu lebih masuk ke hati orang2. setelah hal2 ringan tentang iman itu masuk, dakwah dengan pendalaman tingkat tinggi pasti akan masuk setelahnya.

  4. Salam ‘Alaikum.

    Semua hidup kita, kata-kata, kalimat, ucapan, tulisan, gerak tubuh, belanjaan, pelajaran, teman main, makanan, minuman, perumahan, kebiasaan dan semuanya yang ada di dunia ini bisa dijadikan alat dakwah atau “kampanye”. Alat dakwah atau “kampanye” ini pun bisa bernilai positif, bisa juga negatif.

    Orang yang memegang khamr belum tentu bernilai negatif kalau khamr itu lantas ia buang di depan orang-orang sambil berkata bahwa minuman ini haram. Tulisan di dunia blog juga demikian. Apapun bisa saja ditulis. Tinggal sekarang memberikan tekanan, bisa lewat kalimat atau ungkapan, bahwa kita setuju atau melarang sesuatu yang kita tulis itu.

    Gede H. Cahyana
    http://gedehace.blogspot.com

  5. demarketing itu (setahu saya lho..) seperti black campaign. bukan memasarkan suatu produk, justeru malah membuat citra dari suatu produk itu menjadi buruk dan semacamnya… gitu lho
    tapi mungkin ada pendapat yang lebih bagus??? silakan…

  6. Masya Allah ….
    Memang sebegitu dahsyatnya kok upaya untuk mengajak…
    Lah kalo ndak diberi ajakan ke baik,
    pasti lah pasti akan diberi ajakan ke arah tidak baik
    Kalo ndak keliru sunnatullah begitu (?)
    Di-ilhamkan dalam fujur dan taqwa…
    Karena itu dimana aja ya dakwah
    harus ada itu walau pasti ada musuhnya (demarketing)
    Tak perlu kuatirlah maju terus maju

  7. Kalo musuh da’wah pengen ngancurin ummat ini lewat dunia maya, ya kitanya jangan ogah donk buat da’wah jg lewat dunia maya, kalo perlu kite jabanin ! Ibaratnye, “Lo Jual, Guwa Beli”! Hajar Bleh…!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s