Dakwah di Dunia Maya (bagian 2)

Ustadz punya blog????? Pertanyaan itu sering muncul manakala saya sedang berdiskusi dengan beberapa teman. Antara percaya dan tidak, mereka mengiyakan pernyataan saya, bahwa beberapa ustadz atau aktifis ada yang secara intens mengelola blog-nya untuk kepentingan dakwah dan bisnis.  

Lagipula, menurut hemat saya, berdakwah melalui blog tak ada salahnya selagi isinya menyeru pada perbuatan baik dan mencegah yang buruk. Sudah masanya ustadz sekalipun tak boleh gaptek alias gagap teknologi. Jangan hanya berdakwah dari masjid ke masjid saja yang dilakoni, tetapi mengoptimalkan seluruh sarana adalah seni dari dakwah itu sendiri. 

Lihatlah bagaimana dakwah ini dikemas dengan lebih lunak agar lebih banyak masyarakat yang mau menerimanya. Melalui acara televisi, radio, bahkan di dunia maya sekalipun harus dirambah. Jangan samapai kecanggihan teknologi ini hanyalah monopoli musuh Islam untuk menguasai wacana melalui media massa.  

Sebab, menurut Alvin Toefler, pada masa kini informasi akan menjadi raja yang akan menguasai sendi-sendi kehidupan. Mungkin dulu feodalisme dan industri telah mengalami masa kejayaannya dalam kehidupan. Bahkan menurut pakar komunikasi, lebih spesifiknya media massa diakui sebagai pilar kekuatan keempat, setelah legislatif, eksekutif dan yudikatif. Di sini, peran media sangat penting sabagai “watch dog” alias anjing penjaga.

Sedemikian hebatnyakah peran informasi dalam media? Ya begitulah. Saya sendiri sebagai orang yang belajar komunikasi (khususnya Jurnalistik), tercengang ketika waktu kuliah dulu diterangkan bagaimana Teori Agenda Setting bekerja dalam membenamkan kata WHAT saja pada kepala audiens. Atau bagaimana jahatnya (kalau digunakan bagi kejahatan tentunya), Prinsip ANALISIS WACANA membedah sebuah teks yang bermuatan tujuan tertentu demi kepentingan tertentu. Analisis tidak hanya berhenti pada paragraf, tapi lebih dalam pada kalimat bahkan kata per kata yang dipilih untuk mencitrakan sosok BAIK atau sosok BURUK. 

Mau tau contohnya??? Anda tentu sering baca koran bukan? Tiap hari sebaiknya anda membaca minimal dua koran untuk membedakan bagaimana Teori Wacana mendefinisikan dua kelompok secara berbeda. Kita harus membedah dua koran yang berbeda agar nampak ideologi apa yang menaungi suratkabar tersebut (mentang-mentang skripsinya Analisis Wacana Kritis nih…:-) 

Sebut saja KOMPAS dan REPUBLIKA yang merepresentasikan antara Kristen dan Islam dalam kelompok agama yang berbeda. Dalam sebuah berita mengenai konflik Palestina – Israel, dua media ini mendefinisikan hal yang berbeda meski peristiwanya sama. Singkatnya, KOMPAS menyebut para pejuang Palestina dengan ‘kelompok militan Palestina’, sementara REPUBLIKA menyebutnya ‘Pejuang Palestina”. Atau dalam istilah lain menyebut ‘tewas’ dan ‘gugur’ sebagai kondisi jatuhnya korban. Ini merupakan perbedaan makna yang sangat besar yang disadari atau tidak, para pembaca telah masuk dalam opini media yang telah diatur oleh Newsroom melalui AGENDA SETTING. (bersambung).

3 thoughts on “Dakwah di Dunia Maya (bagian 2)

  1. Benar banget… dakwah tidak hanya di atas tanah, tapi di atas papan keyboard juga perlu. Tidak hanya di layar tivi, atau di depan kamera tivi, tetapi juga di depan layar komputer… Ustadz yang memiliki kompetensi dakwah yang baik, harus berusaha menyebarkan materi dakwahnya dengan memanfaat kemajuan teknologi informasi juga…. ok, artikel ini bagus…..

    _________________________________________________
    Pesta Buku Islam 2008 di http://laroci.com

  2. Oke deh ! Semoga banyak ustadz beneran yang bikin blog da’wahnya bukan malah beneran ustadz?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s