Dakwah di Dunia Maya (bagian 3 – habis)

Kita balik lagi ke topik setelah ngalor-ngidul ga karuan. Contoh sebelumnya mengenai pendefinisian dua media yang berseberangan ideologi membuktikan bahwa keduanya ingin merebut opini pembaca dan mendominasinya. Sangat disesalkan memang, apalagi setelah beberapa peristiwa bom yang mengatasnamakan Islam, opini media kian menyudutkan Islam = Teroris.

 Suka atau tidak suka, bila kita mendengar kata JIHAD sedikit banyak kita akan mengaitkannya dengan beberapa peristiwa pengeboman di Bali, Kedubes Australia dan Kuningan. Kalau ini yang terjadi pada anda, teman anda, bahkan keluarga anda sekalipun, maka bisa saya katakan bahwa media telah BERHASIL membenamkan ideologinya pada kepala anda.                  

Berangkat dari keprihatinan itu, tentunya kita sebagai seorang Muslim yang tangguh (kayak pejantan tangguh nih…), melakukan suatu perbaikan untuk meng-counter-nya. Dengan apa? Ya… dengan media pula, jangan mendemo kantor redaksi tertentu untuk melakukan perlawanan. Ini boleh saja (menurut saya lho..), kalau yang dilakukan media melanggar undang-undang seperti penodaaan ajaran agama, atau pembohongan publik. Tapi, kalau pengemasan wacana melalui berita setahu saya belum ada undang-undang yang mengaturnya.

 Jadi, sedemikian strategisnya media berperan dalam kehidupan. Sehingga sudah sepatutnyalah setiap kita memiliki BLOG (anjuran saya aja kokk…). Karena apa??? Karena setiap kita adalah du’at  yang akan menorehkan kebenaran pada setiap lembar blog kita maka “Jadilah dai sebelum menjadi yang lain”. 

Dan dakwah melalui dunia maya bukanlah hal yang remeh dan sepele. Kalo sekarang banyak orang telah berhasil melakukan jual-beli di internet, kenapa dakwah tak bisa berhasil??? Saya pernah mendapat kiriman email yang isinya adalah rekaman chatting antara seorang muslim-atheis-katolik di Amerika. Pada akhir bagian chat itu menunjukkan bahwa kedua pemuda non islam itu malah menyatakan diri masuk islam. Subhanallah… bukankah ini dakwah saudaraku..???

Jadi, kalo ustadz punya blog bukankah kita mesti berbahagia dan mengikuti jejaknya. Berdakwah melalui dunia maya, menuliskan kebaikan demi kebaikan. Dan syukur-syukur bisa dapet uang seperti yang dilakukan salah satu ustadz yang saya kenal, Ustadz Masturi Istamar Suhadi Usman di www.refleksie.blogspot.com

Jadi, kalo mau dapet uang en dapet pahala…. Coba deh buat blog seperti blog ustadz masturi. Kalo saya ilmunya belom nyampe.. hehehe..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s