Kebijakan Aneh : Antara Harga Kedelai, Nasib Tahu-Tempe dan Kesehatan Soeharto

Pagi ini, kulihat di berita tivi pagi kalo makhluk yang bernama tahu dan temennya tempe (ta-tem) ga bakal nongol di pasaran. Sebab, pagi ini rencananya para pengusaha ta-tem se-Jadebotabek bakal demo di DPR dan Istana Negara. Segitu hebohnya kah..? 

Padahal pagi ini, sebelum berangkat kerja, aku menyempatkan sarapan dengan tahu plus ikan plus kecap manis. Rasa tahu masih sama dengan tahu yang kemaren. Tapi rasa di kantong rasanya lebih berat karena pemerintah dinilai para pengusaha ta-tem ga bijak menaikkan harga kedelai. Jadinya para pengusaha harus menaikkan biaya produksinya dan itu artinya ada penyusutan bentuk ta-tem yang semakin hari semakin kecil aja, tapi harganya naik dengan sukses sampe 100%. Gilee… 

Tapi, isu tempe en tahu ini masih kalah dengan isu kesehatan mantan presiden Soeharto yang semakin buruk aja. Udah sebelas hari Soeharto dirawat di RSPP dan hingga kini masih kritis alias gawat. Beberapa alat yang sempat dipasang untuk menopang hidupnya, kini sudah dilepas dan tinggal ventilator aja yang masih bercokol di badan mantan orang nomor satu ini. 

Waduuhh kasian juga ya. Terlepas dia pernah bikin dosa politik sejak menjabat 31 tahun yang lalu, tapi dari sisi kemanusiaan tak pantaslah pemerintah melalui Jaksa Agung Hendarman Supandji menawarkan “Harga Damai” kepada keluarga Soeharto. “Tak berperikemanusiaan,”, kira-kira begitulah komentar yang datang dari beberapa politisi seperti yang kusaksikan tadi pagi, salah satunya dari Nasir Jamil, Anggota DPR dari Fraksi PKS. 

Lucunya, Presiden SBY malah berkilah saat memberi keterangan pers di Cikeas. Menurut logika politik dan pemerintahan, tidaklah mungkin bagi seorang Jaksa Agung bertindak tanpa sepengetahuan dan koordinasi sang presiden, apalagi Hendarman Supandji terkenal sangat patuh pada presiden. Lalu… siapa yang salah nih..???

Inilah dua ke-tidakbijak-an aneh yang kita tonton hari ini dan masih akan diputar selama presiden mengambil kebijakan yang lebih baik. Ya, antara naiknya kedelai yang menyebabkan meroketnya harga tahu-tempe memang nggak ada hubungannya dengan kondisi kesehatan Pak Harto. Tapi ada benang merah yang bisa diambil buat pelajaran pemerintah dalam membuat kebijakan bagi rakyat jelata seperti kita yaitu : Pegang teguhlah rasa kemanusiaan sebelum menetapkan segala sesuatunya agar harga kedelai terjangkau dan bisa dinikmati semua orang dan Soeharto bisa fokus untuk menjalankan perawatannya. Ya… itulah dua kebijakan yang seharusnya diambil.

10 thoughts on “Kebijakan Aneh : Antara Harga Kedelai, Nasib Tahu-Tempe dan Kesehatan Soeharto

  1. wah mas,bagus bener respon terhadap sikon di indonesia sekarang.
    sy kira klo mas jadi pejabat bakal mikirin rakyat, kali..hehee

    salam kenal

    comment yah di wp sy
    thanks

  2. kasihan rakyat kecil.. tadi saya lihat di tv ada pengusaha kecil yg berhenti produksi karena ngga ada uang buat beli bahan baku kedelai😦

    saya ingat berita itu karena waktu itu saya lagi cari channel berita yg ngga berhubungan ama “Rumah Sakit Pusat Pertamina”.. bosan!👿

    semoga pa SBY lebih memperhatikan kesejahteraan masyarakat banyak daripada kesehatan satu orang saja

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s