Berjalan di atas Kebenaran

Saya kerap terheran-heran bagaimana seseorang bisa berubah pikiran akibat intervensi orang lain dalam melihat kebenaran. Kebenaran yang hakiki hanya akan terasa nyaman oleh hati. Ia tidak akan bergejolak dalam dada ketika hadir dalam hati kita setiap hari, kita mungkin bisa menyelesaikan bacaan Quran kita setidaknya satu juz, atau setengahnya atau bahkan kurang. Belum lagi ibadah wajib dan sunnah lainnya yang dianjurkan, maka semakin kariblah kita dengan pewarnaan Allah- sbaik-baiknya pewarnaan. Dari sinilah, cahaya Allah perlahan masuk ke relung dan ruang hati kita. Tanpa sadar, perlahan Allah mengaruniakan ‘furqan’ pada diri kita sebagai rambu untuk melihat baik-buruk sertiap peristiwa. Continue reading

Advertisements