Krisis Cuma untuk Orang Miskin?

Kalau Anda membaca suratkabar beberapa pekan terakhir, memang resesi ekonomi global tengah menjadi sorotan. Pasalnya, menurut para pakar ekonomi, dampak yang kita rasakan ini hanyalah awal dari sebuah krisis yang akan mencapai puncaknya pada 2010. Baru awal saja, kita sudah ngilu hati melihat PHK massal yang dilakukan terhadap buruh. Mereka -buruh yang kerap dimarjinalkan itu- hidup sebelum di-PHK saja sudah susah, lalu bagaimana setelah di-PHK?

Namun di sisi lain, dampak resesi ini tak begitu terasa bagi orang berduit. Ini menurut saya. Mengapa? Lihat saja bagaimana mereka masih bisa keluar-masuk mall untuk berbelanja, beli blackbarry bold terbaru, pelesiran ke luar negeri atau masih sempat mengganti velg mobil seharga Rp.20 juta perak per buah!

Ironi. Memang ini negeri ironi, tempat segala kekontrasan dipertontonkan. Maka, ketika mendengar kabar badai krisis yang dimulai dari negeri Paman Sam ini, saya tak terlalu kaget atau panik. Meski berdampak pada negeri kita, toh, kita memang sudah terbiasa hidup serbasusah, serbakekurangan dan serba-serbi lainnya yang nelangsa. Jadi, hidup sekarang atau menghadapi tahun depan atau puncak resesi 2010 nanti, saya sama sekali gak takut. Toh, gagak buta saja masih Allah beri rezeki. Nah, sekarang kita yang sempurna bergelar sarjana dan punya kreatifitas plus semangat untuk survive, masa tidak bisa menghadapi? Ayoo semangat!

Hanya Kepada Allah-lah, hati ini menghadap dan hanya kepada Nya-lah, segala harap kita labuhkan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s