Dzikir-dzikir Mimpi Sang Pemimpi

Beberapa hari lagi, tahun 2008 akan habis masanya. Apa yang sudah kita siapkan bagi pergantian tahun ini?

M. I. M. P. I. = MIMPI !

Hanya inilah yang sejak beberapa hari lalu aku siapkan. Mimpi-mimpi yang dirajut dengan benang-benang tekad agar kuat terikat. Mimpi yang juga kuafirmasi setelah dzikir dan doaku pada waktu fardu dan sunah-Nya. Sehingga dengannya, aku mampu menatap dengan sorot mata optimisme menghadapi tantangan baru, ujian baru dan pengalaman baru agar badai krisis ini segera berlalu. Ya, badai akan segera berlalu…

“Mimpi adalah kunci
untuk kita menaklukan dunia
Berlarilah tanpa lelah
sampai engkau meraihnya…”

Mimpi, sebagaimana ditulis Nidji dalam syair Laskar Pelangi, adalah kunci bagi kita untuk membuka apa saja, termasuk menaklukan dunia yang terkadang begitu keras, kejam dan gila-menggilas siapa saja yang tak mampu survive.

Dengan mimpi, Andrea Hirata dalam bagian kedua tetralogi Laskar Pelangi- Sang Pemimpi- mampu menklukan Universitas Sorbonne, Paris, Perancis yang diimpi-impikannya.

Dalam sequel Sang Pemimpi itu, dikisahkan bahwa Andrea hirata hanya sebagai mahasiswa ekonomi yang menyambi sebagai penyortir surat di kantor pos. Namun demikian, ia tetap menjaga mimpinya untuk belajar di universitas impiannya yang telah diafirmasinya sejak SMA dulu.

Lalu, bagaimana dengan kita? Jangan-jangan kita terlalu asyik dalam comfort zone hari ini sehingga kita tak tertarik lagi pada tantangan dan peluang yang penuh risiko di masa depan. Dan di balik risiko, kerap tersimpan suatu hasil yang sepadan.

Bermimpilah, karena ia gratis! Bermimpilah, karena sebuah kesuksesan diawali dari sebuah mimpi. Sebagaimana yang dilakukan Andrea Hirata dan Bupati Tarakan, Kalimantan Timur Jusuf Serang Kasim yang dinobatkan Majalah Tempo sebagai “Tokoh Tempo 2008”. Ia bermimpi menjadikan Tarakan sebagai Singapura ala Indonesia.

Modalnya? Ia berhutang pada beberapa pengusaha Rp.1 Milyar lebih pada masa awal pemerintahannya untuk mengatasi sampah. Dan kini, ia mampu mengatasi, tidak hanya sampah, tetapi juga menyelenggarakan pendidikan gratis dan kesehatan murah.

Jusuf Serang Kasim, hanyalah satu dari sekian orang yang mampu mewujudkan mimpinya. Itulah kekuatan mimpi. Dan mimpi, membutuhkan perjuangan plus pengorbanan yang sejalan dengan dzikir-dzikir mimpi yang diafirmasi sang pemimpi. Sekarang, siapkanlah mimpimu, afirmasikan, perjuangkan dan berkorbanlah.

“Sesungguhnya Allah sangat dekat dengan prasangka hamba-Nya”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s