Nasihat untuk Para Suami

Memang benar, silaturahim atau silaturahmi memberikan kebaikan dan keberkahan bagi pelakunya. Termasuk rezeki, seperti yang pernah disebut dalam sebuah hadits. Bagi mereka yang bersilaturahmi, Allah akan berikan rezeki. Soal rezeki, janganlah mempersempitnya dengan makna harta, uang atau finansial semata. Sebab, rezeki Allah begitu luas sehingga ribuan bahkan ratusan juta jenis rezeki yang Dia miliki, termasuk kemudahan, kelapangan hati, ketajaman pikir, daya ingat, kesehatan dan nasihat. Ya, nasihat adalah rezeki, itu setidaknya perspektif yang aku yakini.

Saat silaturahmi beberapa waktu lalu ke “mantan” kantor di bilangan timur Jakarta, aku begitu banyak mendapatkan rezeki. Pagi itu, beberapa undangan walimah hendak kuantarkan kepada rekan-rekan di sana. Banyak bincang, obrolan dan tentu saja nasihat. Yang terakhir, inilah yang begitu membekas.

Setelah berbincang cukup lama dengan sohib di lobi kantor itu, aku hendak menemui salah seorang mantan bos di lantai dua. Salah tempat, ternyata yang aku masuki adalah ruangan HRD. Tapi, di sinilah hikmahnya. Allah mengantarku menemui manajer HRD, Mba Yanti, untuk mendapat nasihat yang berkesan.

Setelah berbasa-basi, ia menanyakan persiapan walimah. “Beres mba,” jawabku singkat. Tanpa diduga, ia bertanya lagi. “Mau tahu, apa yang diinginkan perempuan?” katanya sedikit menggoda rasa penasaranku. “Boleh juga,” jawabku santai.

Pertama, wanita ingin dipuji, tapi jangan berlebihan. “Iiiih, cantik sekali hari ini,” Mba Yanti memberi contoh. Aku hanya senyum-senyum kecil. “Well noted,” batinku. Kedua, berikan perhatian. “Kalau telpon, tanya, mau dibawain apa? bakso? soto? Waaahh, si istri pasti seneng,” sebut Mba Yanti lagi memberi contoh. Lagi-lagi, aku hanya senyum-senyum memperhatikan nasihatnya yang tampak antusias.

Ketiga, ceritakan hal-hal yang baik saja kepada orangtua tentang pasangannya. “Pasti kamu bisa memaafkan kesalahan istrimu, tapi bila hal buruk itu diceritakan ke orangtuamu, mereka sulit memaafkan kesalahan menantunya,” kali ini Mba Yanti terlihat lebih serius. “Well, noted again,” batinku sambil tetap memperhatikan nasihatnya dengan antusias.

Keempat, saling terbuka. “Misalnya kalau ada masalah di keluargamu, istri juga dilibatkan. Jangan dicuekin. Biar istri merasa berharga dan diperhatikan suaminya,” kali ini mimik wajahnya tak seserius sebelumnya. Kelima, ajarkan istri tentang kebiasaan di keluarga si suami. “Misalnya kalau ada acara keluargamu, kasitau pake baju apa, harus bersikap bagaimana. Misalnya lagi, harus bersikap takzim sama yang lebih tua, mungkin dengan mencium punggung orangtua, mbah, kakek, buyut, tante, dsb. Kalo nggak dikasitau nanti dia bisa mati gaya,” katanya panjang-lebar.

“Oooo gitu ya mba,” aku manggut-manggut. “Sepertinya semua ada dalam pikiran dan teori saya deh mba. Tinggal praktek aja kali ya,” candaku sambil mohon diri darinya. Kutinggalkan Mba Yanti dengan perasaan segar.

Lumayan, banyak hal yang bisa jadi inspirasi dan bekalku di kemudian hari. Trims ya Mba…

One thought on “Nasihat untuk Para Suami

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s