Ketemu Pepeng, Ketemu Hikmah

sumber: http://maskaryo2.co.cc

Masih ingat dengan Kuis Jari-Jari yang tayang di RCTI? Tentu saja acara kuis ini tak lepas dari sosok Pepeng sebagai pemandu acara. Saya kira, dialah pelopor pemandu kuis yang ‘menjengkelkan’. Kalau diingat-ingat betul, seringkali dia mengerjai penelpon yang menjawab pertanyaan. “Yaaaaaa….. Selamat…….” dia biasa bilang begitu. Bisa dibayangkan, penelpon tadi sudah kegirangan dan jejingkrak histeris dari seberang telepon.

Lalu kekontrasan berikutnya, ketika Pepeng mengatakan, “………….. Anda salah,” sebab kalimat pertama tadi belum usai. Lalu perasaan kecewa dan malu sang penelepon yang terdengar dari suara telepon di layar kaca. Bahkan ada pula yang memutus telepon dengan kasar. Mereka kecele.

Ketika menyaksikan gaya pandu kusi ‘model baru’ ini, saya cengar-cengir. Seru juga. Ini inovasi. Bukan pertanyaan kuis yang susah atau jawaban penelepon yang saya nantikan. Atau tertarik dengan hadiah jutaan rupiah yang dijanjikan. Bukan, saya tidak pernah tertarik dengan acara kuis macam itu. Tapi yang menarik perhatian saya adalah, cara dan teknik Pepeng berimprovisasi dalam mengelabui penelepon.

Dalam sebuah kesempatan, saya tak pernah menyangka bisa bertemu dengan Pepeng. Waktu itu, saya masih bekerja di sebuah lembaga kemanusiaan di Jakarta. Kebetulan, lembaga ini punya hubungan baik dengan Pepeng. Dan kala itu, kami bermaksud menjenguk Pepeng di rumahnya, di bilangan Cinere.

Saya lupa deskripsi rumahnya karena perjumpaan itu, kala tak salah ingat, berlangsung di tahun 2008. Pertemuan itu berkesan. Tapi yang saya ingat, sosok Pepeng, tidaklah se-menyebalkan dan menjengkelkan yang tampak di layar kaca. Saya takjub dan kagum melihatnya. Bukan kasihan, sebab sebuah penyakit langka menderanya, hingga pemilik nama asli Ferasta Soebardi ini, tergolek di bangsalnya.

Tapi ia pasrah. Saya bisa merasakan getaran keikhlasannya menerima takdir. Bahkan, ‘mensyukuri’ takdir sakit sebagai sebuah anugerah dan kenikmatan dari Allah Swt. Subhanallah. Dia pribadi yang luar biasa. Menurut saya, bisa terhitung dengan jari, orang yang mampu memindai sakit sama dengan nikmat. Dan dia melakukan itu!

Perjumpaan saya dengan kawan-kawan satu lembaga itu, rasanya sedikit aneh. Kami memang bermaksud menjenguknya, ingin melihat kondisinya bahkan ingin memberinya semangat. Tapi yang terjadi justru sebaliknya. Justru kami yang mendapatkan banyak inspirasi dan motivasi dari lulusan magister psikologi Universitas Indonesia itu. Kami belajar, melalui dirinya menghadapi semua ujian itu. Saya kira, semua kawan-kawan satu lembaga -Pak Bram, Pak Cecep, Pak Kismo, Febri dan Teguh– sepakat soal ini.

Pelajaran saya dengan Mas Pepeng, saya memanggilnya begitu, belum usai. Meski belum berjumpa lagi, saya kerap menyaksikannya di teve. Ada acara di tvOne atau acara lain. Dan ada satu kalimat sakti, yang masih saya ingat betul sampai kini.

“Nak, kalau kamu jatuh, ya bangun lagi. Jangan fokus pada jatuhnya, tapi bangkitnya!”

Itu kalimat sakti buat saya. Mas Pepeng benar. Seringkali kita, wa bil khusus saya sendiri, merasakan itu. Dan saya selalu memikirkan sakitnya jatuh. Padahal yang paling penting adalah mempersiapkan bangkit dan selalu bangkit dari setiap kejatuhan.

Ketemu Pepeng, seperti ketemu hikmah. Banyak pelajaran, banyak bahan untuk merenung, berpikir, merenung lalu bertindak dalam sebuah amal nyata. Semoga Allah masih mengizinkan dia sehat, berkarya dan menginspirasi banyak orang, termasuk saya.

One thought on “Ketemu Pepeng, Ketemu Hikmah

  1. Baca kisahnya bagus Luf.. ga nyangka ternyata yg nulis satu almamater kuliah dan satu angkatan pula.. hehe.. yup betul Luf, Pepeng banyak menginspirasi banyak orang, semoga semangatnya terus menjalari setiap orang, khususnya yang baca ini dan membangkitkan kepercayaan lagi buat mereka yang merasa tidak bisa bangkit *berdoa semoga Pepeng selalu diberi kekuatan dan keikhlasan* Amin YRA

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s