#5: Antara Jogja dan Jakarta

Antara desa dan kota, tentu saja ada kesenjangan. Kota menyediakan akses yang super, sedangkan desa punya keterbatasan. Tapi di desa, ada ketenangan yang tak didapati orang-orang kota. Semua ada plus dan minus.

Wacana ini pernah saya diskusikan dengan istri. Bagaimana kalau kita pindah ke desa? Kebetulan istri saya kelahiran dan besar di Jogja. Dia anak perempuan satu-satunya. Jadi saya pikir, anak perempuan cenderung lebih suka dekat dengan orangtua.

Dugaan saya salah. Istri saya senang tinggal di kota, Tangerang, tempat kerjanya saat ini. Di sana, ada reaktor 20MW yang menjadi “mainan” kesayangan untuk mengembangkan kariernya sebagai peneliti. Sementara di Jogja, kapasitas reaktor, hanya sepersepuluhnya saja.

Itulah alasan utama istri untuk tetap bertahan di kota. Sementara saya lahir dan besar di Jakarta. Alasan saya sederhana ingin pindah ke Jogja. Selain capek dengan hiruk-pikuk Jakarta yang macet, banjir, sumpek, saya juga sudah jatuh cinta sama Jogja sejak kelas 2 SMA, pas study tour.

Saya semakin terkesan dengan eksotisme Jogja, saat gempa mengguncang kota kecil itu Mei 2006. Selama dua pekan, saya dinas sebagai wartawan kemanusiaan. Saya lihat dari dekat bagaimana ritme kota ini yang tenang, damai dan bersahaja. Saya jatuh cinta.

Tapi tampaknya, wacana untuk benar-benar hijrah masih akan berlangsung lama. Selain menunggu kesepakatan dua pihak, usulan ini juga harus dipersiapkan dengan matang.

Terutama soal penghasilan. Banyak orang bilang, di Jogja tak lebih mudah mencari nafkah ketimbang di kota besar macam Jakarta. Saya tanya ke beberapa kawan dan mereka membenarkan. Rata-rata mereka bekerja di media massa Jakarta untuk wilayah Jogja. Jadi standar gaji yang diberikan, ya standar kota dengan biaya hidup desa. Wah perpaduan yang sempurna!

Paling tidak saat ini, saya dan istri mencicil rencana kami lima tahunan, yaitu sekolah lagi. Tentu kita berproses dan selalu merivisi rencana hidup agar lebih baik. Sekarang sudah ada anak kami, Farih, yang juga turut menjadi bagian pertimbangan. Agar semua bisa bahagia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s